Selasa, Agustus 24, 2010

Kupu Kupu Api

Oleh: Fariha Ilyas





Jadilah kupu-kupu, jika kau mau. Terbanglah sesukamu karena akupun ingin menikmati elok sayapmu yang penuh warna-warna berbatas rapi, dan berkilat-kilat diterpa cahaya matahari.

Namun sebelum itu, aku ingin melihatmu merintih-rinrih saat kau bersisah payah keluar dari kepompongmu. Aku ingin melihatmu tersenyum lebar, saat kau berhasil mengepakkan sepasang sayap yang tak kumilki itu. Lalu kau akan melihat dunia dengan sudut pandang yang berbeda denganku. Saat kau bertemu banyak kupu-kupu yang serupa dirimu, terbanglah ke arah berlawanan, agar kau menyaksikan sesuatu yang tak pernah mereka ketahui.

Jadilah kupu-kupu dan terbanglah selalu, jika kau mau. Akan kubentangkan alam untukmu, jangan pernah takut akan kesepian karena aku bisa saja menghadirkan sekawanan kumbang. Jika suatu saat kau ingin terbang jauh, akan kubentangkan permukaan bumi yang tak terjangkau oleh daya jelajahmu, hingga kau berpikir untuk pulang kembali, ke tempat di mana kau dilahirkan.

Jadilah kupu-kupu baja yang tak mudah dilukai siapapun, jika kau mau. Akan kubuatkan sepasang sayap yang kokoh, untuk menghadapai segala kemungkinan yang kau temui. Bersikaplah sedikit angkuh, tak mengapa, agar kupu-kupu tak dianggap rapuh oleh siapapun. Janagn pernah tundukkan kepalamu, hingga kau sendiri merasa rindu untuk melihat siapa saja yang telah membuatmu seperti saat itu. Atau.....

Jadilah kupu-kupu api yang mencairkan es, jika kau mau. Biarkan sayapmu membara, karena aku bisa membuatmu tetap hidup dalam apimu atau apapun yang akan membuatmu punah. Jadilah kupu-kupu di lembar-lembar ini. Di alam serba mungkin yang telah bercerai dengan logika. Jadilah kupu-kupu yang bebas, namun tetaplah menjadi dirimu di alam sederhana, karena kau takkan jadi kupu-kupu, sebelum kau bermetamorfosa menjadi manusia seutuhnya.


(untuk yang ingin menjadi kupu-kupu, 8 Juni 2010)

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis apa yang anda pikirkan terkait tulisan-tulisan saya