Oleh: Fariha Ilyas Aku rindu kepada hijau, kepada dingin, kepada air. Sepanjang waktu lalu hidup kulalui dalam merah, dalam panasnya api. Bergegas aku pergi, saat mendung mulai menutupi matahari di atas kota ini. Kubelah angin jalanan dengan harap, dan kerinduan kepada hijau, kepada dingin, kepada air. Di salah satu celah perbukitan, kuturuni ratusan anak tangga yang berkelok, menuju rumah bagi damai yang kuharap akan kujumpai dan menyambutku dengan sepenuh pelukan yang tak egois, yang [...]
Baca Selengkapnya... → Musik Itu