Senin, Januari 23, 2012

Sastraku

Oleh: Fariha Ilyas

Salahkan jika aku mencintai sastra?

Salahkan jika aku senang berdansa dengan aksara?

Salahkah jika aku tak mampu hidup ideal seperti apa yang aku tulis?

Apakah sebuah karya harus dihubung-hubungkan dengan moralitas penciptanya?

Aku sendiri adalah orang yang kasar dan jahat

Karena jahat, aku mengerti betapa berharganya kebaikan

Seperti seorang yang lapar menilai segenggam nasi

Aku tak ingin menjadikan sastra sebagai alat mencapai tujuan-tujuan pragmatis

Karena bagiku sastra adalah wahana katarsis

Jika ada yang menganggap aku perayu, maka tuduhlah sastraku

Tapi ia bisa menjadi apa saja, dari perayu hingga pencabik pikirmu

Terserahlah kau pandang sebagai apa sastraku

Aku pun hanya penikmat karya-karya mu

Karena kau pun suka mencipta, sepertiku

Kalau sastraku manis, kecuplah ia

Jangan bunuh aku

(Surakarta, 26 November 2011)

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis apa yang anda pikirkan terkait tulisan-tulisan saya