Oleh: Fariha Ilyas Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE [...]
Sabtu, Februari 18, 2012
18
Febundefined
Posts by : Fariha Ilyas
Tangis Rindu dalam Rahim Ibu
Oleh: Fariha Ilyas Barangkali kita lupa bahwa dulu kita menjerit-jerit dalam rahim ibu, saat ruh kita terpisah dari ruhnya. Saat diri kita terpisah dari dirinya, memasuki alam kasar, kehidupan fisik ini. Tangis itu tak pernah terdengar hingga ke luar, karena itulah tak ada orang yang tahu. Kita menjerit sejadinya tatkala kita keluar dari rahim ibu, itulah tangis kita yang pertama terdengar orang lain, yang merambat ke telinga mereka melalui udara. Namun sebenarnya itu adalah tangisan kesekian [...]
18
Febundefined
Posts by : Fariha Ilyas
Semalam Aku Pergi ke Sorga
Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE [...]
18
Febundefined
Posts by : Fariha Ilyas
Hidangan & Filsafat
Oleh: Fariha IlyasDaging panggang medium, bukan hanya makanan semata. Ia adalah sebuah filsafat. Duduk di meja makan kehidupan, dengan menu moral di hadapan anda. Mata anda menjelajahi hidangan utama, penyelera, dan hidangan dengan pelbagai cara meski anda tahu bahwa daging panggang medium adalah pilihan yang aman, waras, dan pasti. Edna Feber (1887-1968) Di hadapanku ada beragam hidangan yang seharusnya menggugah selera makanku. Jika tadi aku tak berjumpa dengan seorang gelandangan yang [...]
18
Febundefined
Posts by : Fariha Ilyas
Setahun: Untuk Ibu, dariku
Oleh: Fariha IlyasSetahun.Kau berada dalam keadaan yang tak kumengerti. Setelah isak tangis dulu, yang kulihat dalam hidupku hanyalah celah, yang ada karena ketiadaanmu. Sekarang isak tangis itu tak ada lagi, yang ada hanyalah sebuah kerinduan yang sangat. Rindu itu seringkali datang menghampiri saat aku hendak tidur di tengah malam. Seringkali aku mendengar suaramu, memanggilku, menyuruhku mandi saat hari sudah mulai gelap sedang aku masih bermain di gundukan pasir di halaman rumah. Sesekali [...]
Jumat, Februari 10, 2012
10
Feb 2012
Posts by : Fariha Ilyas
Pelenyap dalam Kefanaan
Normal 0 false false false IN X-NONE AR-SA [...]
Sabtu, Januari 28, 2012
28
Jan 2012
Posts by : Fariha Ilyas
Pasar Malam

Lampu berjuta warna terangi langit malam...Suara tawa terdengar, membawa langkahku...Badut-badut dengan tingkahnya seolah sambut hadirku...Musik dan segala [...]
Selasa, Januari 24, 2012
24
Jan 2012
Posts by : Fariha Ilyas
Risau Malam
Oleh: Fariha IlyasMalam menyimpan sejuta kejahatanku rapat.Dalam peti-peti tua berkaratTarian iblis kutonton sendiriDan rasanya seperti bercerminAku diam, menatap genting yang tak jelasKarena lampu padamRencana-rencana sepertinya menjadi gugupTerserang imaji akan masa depan yang tak pasti datangDalam malam, dalam risau tak terlihatHanya ada alam dan diamPeti-peti yang lain kubukaMasa lalu saja isinyaTebal, tersusun acakTak seteratur ensiklopediaMalam menguak kekayaan pikirAda optimismeDan rasa khawatirMenghadapi [...]
24
Janundefined
Posts by : Fariha Ilyas
Mana Pintu Kamarku?
Oleh: Fariha IlyasDalam kamar kos yang tiga tahun lebih kuhuni --- dan anehnya tiga tahun itu hanya tinggal sebutan saja --- karena seperti nominal uang yang seberapapun besarnya tak akan berarti apa-apa jika kita bukan pemilik uang itu. Ya, tiga tahun lebih, itu hanya penjelasan saja soal waktu, apa rasa dari waktu selama tiga tahun lebih itu? Jawabannya adalah: tak ada rasa.Sebuah kipas angin kecil menengok ke arahku dan berkata: “Aku sering pusing”Tak kujawab keluhnya, karena bagiku ia kubeli [...]
Senin, Januari 23, 2012
23
Jan 2012
Posts by : Fariha Ilyas
Kenapa Kau Tak Mencintaiku Saja?
Oleh: Fariha Ilyas Tataplah matakuSejenak sajaSebelum keputusanSebelum tindakan Tataplah matakuDan temukanlah duniakuKau akan terhenyakKarena duniaku adalah samaDengan duniamu Kenapa tak kau tatap mataku?Kau takut menemukan bayang dirimu di sana?Kenapa kau buang pandanganmu dari mataku?Kau tak ingin kegamangan menyergapmu? Ya, Iblis tak pernah punya kekuatan saat menatap ketegaran manusia Karena Cinta pembunuhan adaKarena Cinta ketegaran tak binasaTapi apa arti ketegaran?Jika akhirnya jiwa [...]
23
Janundefined
Posts by : Fariha Ilyas
Buram
Oleh: Fariha Ilyas Rembulan akan buram semalamanKau percaya aku?Ya, buram semalamanRabun Saat itulah kita mestinya....... Melupakan hari-hari muram yang selama iniTanpa pernah berhenti menakut-nakutiMelumpuhkan, menjebak kita dalam ruang sempitMendesak, nyaris membuat kita mati terhimpit Saat itulah kita harusnya........ Bergandeng tangan, berjalan memutari taman dengan suka-citaSambil terus tersenyum, terus melangkah, menginjak-injak dukaJangan pikirkan lagi ancaman, atau gertak-gertakYang merenggut, [...]
Langganan:
Postingan (Atom)