Kamis, Mei 05, 2011

Ketika Musim Glagah Tiba (2)

Oleh: Fariha Ilyas


Ini adalah tahun ketiga dari tahun-tahun yang menghidupkan kesadaran akan keberadaanmu, wahai bunga tebu. Namun ini baru tahun kedua dari tahun-tahun yang menggairahkan untuk terus berusaha membingkai dan memoles kenyataan menjadi lebih indah.

Wahai bunga tebu, tiga kali musim memberimu kesempatan untuk menampakkan pesonamu, walau kau tak berubah dalam rupa, kau terasa berbeda dalam makna. Banyak orang mengalami hal ini, wahai bunga tebu!

Saat orang-orang kembali melihatmu, sesungguhnya itulah tonggak bagi ingatan untuk menyusun kembali lapis-lapis peristiwa di waktu-waktu yang lewat. Semakin lama orang-orang semakin kaya akan pengalaman dan nilai-nilai.

Tahun ini lagi-lagi kau muncul, membuat orang-orang menjadi bangkit pikirannya, peka perasaannya dan tergugah rasa keindahannya, hanya karena melihat kemunculanmu yang sebenarnya tak lebih dari rutinitas.

Semuanya memang perlu jarak, agar tak membosankan dan tak kehilangan maknanya karena telah menjadi terlalu biasa bagi kita.

Sore ini pikiran orang-orang kembali menafsirkan sesuatu yang bisa samasekali berbeda tentangmu dan tentang bergulirnya siklus dalam kehidupan ini. Mungkin saja (dan semoga) aku termasuk bagian dari orang-orang itu.


Mengayunlah selalu, wahai bunga tebu! Tetaplah menjadi tonggak waktu, bagiku, dan bagi siapa saja yang tergugah hatinya karenamu.

(Surakarta, 5 Mei 2011)

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis apa yang anda pikirkan terkait tulisan-tulisan saya