Kamis, Mei 05, 2011

Alasan Mencintai

Oleh: Fariha Ilyas


Sekar, hari ini tanpa kusadari aku telah sampai pada saat-saat yang menentukan dalam hidup. Tanpa banyak kuumbar kata-kata, aku katakan padamu bahwa aku semenjak dahulu diam-diam telah mencintaimu.

Sudahlah, kau terima saja cintaku yang tak berbentuk ini, tak ada pilihan bagimu selain menerimanya. Selanjutnya adalah soal bagaimana dirimu memperlakukannya. Apakah kau akan memperlakukan cintaku seperti sebuah karya seni di museum yang dapat dilihat dan dinikmati tapi tak dapat tersentuh, atau kau akan memperlakukannya layaknya kata-kata yang selalu kau gunakan namun lama-kelamaan kehilangan maknanya, aku tak tahu, dan aku tak mau tau lagi.

Setelah kau menerima cintaku ini, kini giliranku yang mau-tak mau juga menerima perlakuanmu kepada cintaku. Apakah aku akan berhenti saat cintaku kau perlakukan layaknya udara yang kau hirup sesaat dan kau hembuskan lagi tanpa melibatkan perasaan sama sekali, atau aku harus bersorak saat kudapati bahwa cintaku kau perlakukan seperti selimut yang menghangatkan beku hatimu, atau aku harus tetap berdiri di sini dengan tatapan penuh harap saat kau diam dan tak segera memberiku kepastian.

Sekar, terlalu banyak alasan yang kita pertimbangkan untuk mengambil satu keputusan penting dalam hidup kita ini. Jika aku boleh berkata jujur kepadamu, aku katakan bahwa aku mencintaimu karena sesuatu yang absurd. Biarlah orang berbicara macam-macam tentang logika atau bagaimana seorang manusia harus mencintai dengan alasan yang tepat. Namun aku ingin tetap mencintaimu dengan ketidakjelasan ini, agar tak muncul pamrih dalam cintaku.

Aku ingin melepaskan sebab dari suatu tindakan, karena sebab akan menjadi tumpuan langkah kita, bahkan akhirnya menjadi tujuan. Seperti yang kukatakan tadi bahwa aku mencintaimu dengan alasan yang absurd.

Aku mencintaimu karena ketidaktahuanku padamu. Ketidaktahuan yang menjadi alasan adalah sebab paling absurd bagi tindakan manusia. Aku mencintaimu, Sekar, aku mencintaimu.

Setelah kukatakan segala cintaku ini, mungkin aku akan mulai melangkah, mencarimu yang tak kukenal, namun telah kucintai.

(Surakarta, 5 Mei 2011)

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis apa yang anda pikirkan terkait tulisan-tulisan saya