Kamis, April 21, 2011

Surat dari Han




Sahabatku, beberapa hari lalu kudengar kabar dari tanahmu, kabar yang serupa dulu. Tidak mengagetkan tapi tetap meresahkan. Aku hanya ingin mengingatkanmu bahwa semua itu termasuk dalam tanggung jawabmu. Bukan sebagai kaum muda, intelektual, apalagi pembela tuhan. Itu tanggung jawabmu sebagai manusia.

Aku rasa kau cukup mengerti akan semua ini, kau tahu atas dasar apa kehidupan ini dibangun. Sekarang mana yang sering kau ceritakan padaku itu? Kemanusiaan itu? Kasih sayang itu?. Tanahmu kering sekali dari hal itu, bukti bahwa kau tak pernah menyiraminya dengan cinta.

Sekarang sudah saatnya kita melipatgandakan keberanian kita, mengusir jauh-jauh rasa takut kita, dan maju untuk memerangi semua musuh-musuh kita, tentunya setelah kita taklukkan diri kita sendiri. Tuhan telah lama sekali mengajari kita tentang hal ini. Maka sekali-kali kita tidak boleh melangkah mundur, demi kemanusiaan kita, demi kehidupan kita.

Jika luka-luka yang telah dan akan kita dapat begitu perih, luka itu takkan sembuh dengan dendam dan segala keburukan yang terkandung di dalamnya. Dengan kasih sayang luka-luka itu juga takkan sembuh, namun jika luka-luka itu tak mampu meruntuhkan sifat welas asih dalam diri kita, itulah yang akan membuat kita menemukan kemanusiaan kita. Mari kita berperang, kita taklukkan musuh-musuh kita bersama, dengan kasih sayang.

(Sahabatmu, Han. 18 April 2011)

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis apa yang anda pikirkan terkait tulisan-tulisan saya