Hey, sekarang aku tak lagi mampu banyak bercerita. Mungkin akan menjadi selamanya.
Sekarang kurasa giliranmu. Jangan hanya menangis sendu. Aku tak apa. Ini tak sakit. Jika dulu aku merasa ini sungguh sakit, aku telah terbiasa sekarang. Selain itu, tak lagi cukup tenaga untuk mengerang. Aku terlatih mengabaikan semua ini.
Sudahlah, tak perlu takut tentang sesuatu yang mungkin. Toh sedari awal kita sudah hidup dalam kemungkinan-kemungkinan yang tak pernah ada putusnya. Hingga saat ini. Nafas [...]
Selasa, Oktober 07, 2014
07
Okt 2014
Posts by : Fariha Ilyas
Langganan:
Postingan (Atom)